Cerai kok bawa-bawa nama Allah, huh

10 01 2008

Kembali jagad infotainment Indonesia diramaikan dengan isu perceraian dari kalangan selebritis, Sarah Vi dan Yulia Rachman, selain juga tentunya hangat-hangatnya berita tentang Dani Achmad dan Maia Estianti yang belum jelas ujung pangkalnya, dan yang masih terngiang di ingatan suksesnya perceraian Saipul Jamil dan Dewi Persik. Dalam kesempatan wawancara mengenai perceraian mereka, acapkali para artis membawa nama-nama Tuhan, “Ini yang terbaiklah bagai kami”, “Nampaknya Allah sudah menuliskan hidup kami harus seperti ini”, “Ya selanjutnya, tinggal saya pasrahkan pada Allah”, dan lain-lain versi jawaban para artis yang seolah begitu terencana ketika para juru pena memburu mereka.

Islam memperbolehkan perceraian, however perceraian adalah salah satu hal yang paling dibenci oleh Allah SWT, perceraian akan menggemparkan Arsh. Saya rasa hal tersebut sangat dimahfumi oleh para muslim, termasuk para artis, paling tidak pasti dasar dalil tersebut sudah mereka ketahui, at least ketika melangsungkan pernikahan. Dan menjadi sangat menyebalkan bagi saya, ketika mereka bercerai dan membawa-bawa nama Tuhan/Allah dalam kasus mereka, seolah-oleh Allh SWT-lah yang menginginkan hal tersebut terjadi.

Dalam Islam, perceraian dihalalkan sebagai suatu bentuk keadilan apabila ternyata satu pihak(suami/istri) teraniaya oleh pihak yang lain dan tak kunjung mendapat penyelesaian. Ketika seorang istri ditinggal oleh suami yang tidak bertanggung-jawab, perceraian diperbolehkan sebagai jalan keadilan sang istri. Kerika seorang suami, menemui istrinya yang genit dan tidak mampu menjaga kehormatan keluarganya, perceraian bisa dipertimbangkan. Namun apa yang terjadi pada kelompok artis kita apakah seperti hal tersebut, apabila anda harus bercerai hanya karena penghasilan sang suami tidaklah mampu untuk memenuhi kebutuhan glamour keartisan, ketika anda harus bercerai hanya karena perbedaan yang sebenarnya tidaklah terlalu menjadi sebuah hal yang bersifat normatif dimana penyesuaian bisa dilakukan, dan anda menyatakan bahwa Allah SWT menentukan perceraian sebagai suratan takdir terbaik bagi anda …. hehehehe sungguh sebuah kemunafikan yang sangat nyata bagi saya, bahkan bagi saya itu adalah sebuah bentuk pemfitnahan terhadap Tuhan.

Apabila pernikahan anda memang didasari pada rasa cinta, cinta terhadap pasangan anda dan terlebih adalah cinta anda terhadap Allah SWT, sebagai sebuah bentuk komitmen sepanjang masa dihadapan sang Khaliq, tentunya segala macam perbedaan akan bisa disesuaikan. Kepasrahan bukanlah ketika anda harus menunggu saat talak anda, tapi adalah bagaimana anda berpasrah kepada-Nya ketika telah ber-ikhtiar sebelumnya untuk selalu menyesuaikan diri anda dengan pasangan anda demi untuk membina keluarga yang lebih sakinah.

Bercerai kok pake nama Allah, huh …..

Selamat menipu dunia ….


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: