Hentikan kekerasan pada Ahmadiyah

27 12 2007

taken from milis Wikusama, by Cak Usma

JAKARTA – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) Masdar F. Mas’udi meminta agar perusakan terhadap masjid Ahmadiyah segera dihentikan. Menurut
Masdar, perusakan masjid dengan dalih apa pun tidak bisa dibenarkan. “Itu
benar-benar tindakan yang tidak manusiawi. Melanggar hukum,” katanya. PB NU,
tegas dia, meminta agar aparat penegak hukum memberikan hukuman yang
setimpal kepada pelaku perusakan masjid Ahmadiyah.

Masdar mengatakan, situasi seperti yang dialami Ahmadiyah saat ini pernah
dirasakan warga NU. “Orang NU pernah dituduh sesat. Umat Islam di Indonesia
yang pertama-tama dituduh sesat oleh sesama umat Islam adalah kaum
nahdliyin,” ungkap Masdar kemarin (25/12) di Jakarta.
Dia menyatakan, warga NU pernah dituduh sesat gara-gara menjalani Mauludan,
tahlilan, selamatan, ziarah kubur, kunut, dan sebagainya. Beruntung,
masjid-masjid NU saat itu tidak dihancurkan. Sebab, umat NU sangat banyak
dan memiliki Banser. “Coba kalau kecil seperti Ahmadiyah, masjid NU pun
pasti diserang,” ujarnya.

Karena itu, kata Masdar, umat NU tidak akan mendiskreditkan Ahmadiyah.
Apalagi menyerang. Itu bukan berarti membenarkan ajaran Ahmadiyah, tetapi
karena tidak ingin menghakimi kelompok lain. “Ada sabda Rasulullah yang
mengatakan, ‘Janganlah kami lakukan sesuatu kepada seseorang yang kami
sendiri tidak suka diperlakukan seperti itu’,” jelas Masdar.

Bagi Masdar, setiap orang memang berhak menilai keyakinan dan amal orang
lain. Tapi, mereka tidak serta-merta boleh menuduh pihak lain sesat. Apalagi
sampai menghalalkan darah dan menghancurkan harta orang yang dianggap sesat
tersebut. “Yang lebih tahu siapa yang mendapatkan petunjuk dan yang tersesat
hanyalah Allah,” tegasnya. (tom/mk)


Aksi

Information

One response

31 12 2007
Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

Untuk mengerti apakah dan siapakah Ahmadiyah itu dalam konteks pencipataan agama-agama oleh Allah sejak Adam sampai kiamat, kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

“BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
berikut 4 macam lampiran acuan:
“SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama oleh:
“SOEGANA GANDAKOESOEMA”
dengan penerbit:
“GOD-A CENTRE”
dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
“DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: