Catatan Mudik 2008 – 2, The Return

12 10 2008

CIMG1297Arus balik mudik keluarga kami cukup melegakan dibanding waktu berangkat dari Jakarta, hanya perlu 15 jam menempuh Ngawi ke Jakarta, dibanding 32 jam pertama perjalanan dari Jakarta ke Surabaya :) , perserta mudik tetap 5 orang, hanya saja kali ini bukan yangkung yang melengkapi selain full keluarga kami, tetapi tante Eji, adik bunda nomer 2 :)

 

Baca entri selengkapnya »





Catatan Mudik 2008 – I, The Beginning

29 09 2008

CIMG1304

 

Ritual mudik yg biasa dilakukan ketika lebaran, menjadi hal yang bersifat sunnah muakkad bg keluarga kami, secara kami benar** ngga punya kerabat kandung di Jakarta dan sekitarnya, juga ortu yang memang pada di Jawa.

 

CIMG1306Untuk tahun ini peserta mudik adalah tentu saja full family Ayah, Bunda, Arda, Asti dan YangKung yang memang dari sebelum puasa dan maen ke Cim anggis untuk ketemu cucunya dan sekaligus pengen merasakan mudik di jalan, so ini adalah pengalaman mudik pertama both for Yangkung dan Asti :)

Baca entri selengkapnya »





Phatz Girl, cara beda melihat kecantikan

7 03 2008

Setelah menunggu hasil reading Non-farm payroll (NFP) US di CNBC, kok mata ini ngga bisa diajak bobo ya. Stok mie dah abis dan tadi lupa untuk beli (and I don’t think Bunda will give me money to do so hehehehe), akhirnya cethak-cethek remote nyari acara TV. Di Star Movie, ada sebuah film berjudul “Phatz Girl” dan tertarik untuk mengikutinya.

Film ini menceritakan tentang fenomena seorang afrika melihat kecantikan dari sisi yang berbeda dari sebuah konsensus yang seolah dibuat untuk itu. Menurut sang Afrika, cantik adalah berkulit hitam dan berisi/gemuk. Semula saya cukup tertawa mendapati pendapat sang Afrika, tapi kemudian saya mulai bisa merasakan apa yang coba disiratkan oleh alur film ini.

“Why you are trying so hard to become beauty as other people think, for me your already beauty” tanya sang Afrika pada kekasih gelap (cause she is black) dan gemuknya “Cause I’m live here, and they not consider me as beauty” jawab sang kekasih. Dari dialog tersebut dapat kita lihat bagaimana sebenarnya kita lebih memperhatikan apa yang orang lain pikirkan, eventough they were actually no one for us, tapi kita sama sekali tidak concern tentang bagaimana pendapat dari orang-orang yang dekat dengan kita, yang memperhatikan kita.

Dalam suatu episode Oprah Winfrey, ditampilkan sebuah video (linknya ada di youtube, sayang saya lupa), menunjukkan sekelompok anak kecil disuruh memilih diantara 2 boneka, hitam dan putih, mereka kemudian ditanya, dan kebanyakan dialog terjadi sebagai berikut:

interviewer (i): hi, mana menurut kamu boneka yang cantik ?
anak (a): yang ini (sambil menunjuk boneka putih)
i: kenapa yang ini ?
a: karena dia putih dan yang jelek itu hitam
i: kamu sendiri mirip seperti yang mana ?
a: hitam (sambil tertunduk sedih)

Video itu kemudian sempat menjadi salah satu video paling laris dilihat di YouTube. Dan sekali lagi disana menggambarkan bagaimana sebuah konsep tentang kecantikan yang ditasbihkan menjadi sebuah ironi oleh bahkan anak kecil dengan spesifik ras tertentu.

Cantik, dalam definisi dunia, adalah tinggi, berkulit putih, berambut lurus dan pirang, dan itu digambarkan dalam begitu banyak bentuk, barbie, fairy tales semacam Cinderella, Rapunzel, Beauty and the beast, Sleeping beauty, you name it lah …..

Percaya atau tidak, coba anda cari boneka berkulit hitam, berambut kriting dan bertubuh gemuk, mungkin akan sangat susah anda mencarinya. Hal sama pada majalah-majalah mode, sangat jarang akan ditampilkan baju-baju untuk perempuan bertubuh besar …. kalaupun ada …. umumnya adalah baju untuk orang hamil dengan model cantik yang sedang hamil (they were thin and pretty before, and they will still have the charm even on pregnancy)

So, whoever you are, disregard what world tell you about what is pretty ? Bare in mind, on very first place GOD has create you pretty

Suatu malam, istri saya berdandan, dan saya bertanya “ngapain malam-malam gini dandan ?” … “karena bunda dandan buat ayah, bukan untuk yang lain”