Al-Qur’an online via Y!M

17 10 2008

imageInformasi ini mungkin sudah cukup kadaluarsa, mengingat sy sendiri mengaplikasikannya dah sekitar 2 tahun yang lalu, tp ngga ada salahnya juga kan untuk di sebarluaskan, Insya Allah bermanfaat dan masih valid.

Apabila anda adalah salah seorang pengguna Y!M, inovasi dari seorang hamba Allah ini bisa kita manfaatkan untuk mengkaji Al-Quran online via Y!M. Caranya cukup mudah:

1. Tambahkan quran.noble ke dalam daftar buddy di y!m anda

2. Anda tinggal melakukan chat laiknya chat dengan yahoo!buddy yang lain, hanya saja dengan format tertentu

3. misal, ketik quran 1 1-5 ar, untuk menampilkan Surah Al-Fatihah ayat 1-5

image

4. maka akan dibalas seperti dibawah iniimage

5. Quran.noble juga menyediakan beberapa pilihan bahasa untuk terjermahannya, seperti Inggris, Perancis, Spanyol, Malasya dan tentu saja Indonesia hehehehe

image

6. Don’t hesitate to type and send ‘help’ kalau masih kurang jelas





Makanlah dengan tangan kanan

15 06 2008

“Dan makan dan minumlah kamu dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan itu menggunakan tangan kiri”

Beberapa hari yang lalu, ketika sedang asyiknya nonton pertandingan antara Belanda vs Perancis di Euro2008, mendadak hape saya mendapat sms baru. Semula saya berpikir bahwa itu adalah sms tentang prediksi bola dari teman** yang mungkin fanatik terhadap salah satu kubu. Tapi saya sungguh terkejut dengan isi SMS tersebut, “Assalamu’alaikum, Arief, I’m now a muslim”, namanya Peter, lengkapnya saya lupa, salah seorang sahabat baik saya yang sekarang bermukim di London, secara memang dia orang sono. “Alhamdulillah, brother”, saya membalas SMS tersebut.

 

Baca entri selengkapnya »





Bersyukur, sebuah pembelajaran baru hari ini

21 03 2008

“Lain syakartum, laadzidanakum, wa-lainkafartum inna adzabi lasyadiid” – “Bersyukurlah dan niscaya AKU akan tambahkan nikmat-KU, dan bila kamu kufur (tidak bersyukur), sesungguhnya adzab itu sangat pedih” (QS Ibrahim 7)

Pagi ini sebangun tidur saya pengen sarapan yang lain, dengan mancal sepeda keluar kompleks, saya dan bunda mencari gado-gado, ketoprak dan sejenisnya. Persis didepan kompleks memang ada pasar kecil dadakan, dan disana ada tukang jual gado-gado, rasanya lumayan, per porsi Rp 6000,-, pagi itu saya beli 4 bungkus. Dan pagi itu Allah SWT memberi saya sebuah pelajaran betapa uang Rp 24,000,- sangat berarti bagi yang lain.

Baca entri selengkapnya »





Bajakan Film Ayat-Ayat Cinta

2 03 2008

Dalam suatu kesempatan saya bermaksud mengcopy file dari harddisk eksternal teman, waktu muncul dialog dari Windows yang menanyakan apa yang akan dilakukan, ada pilihan “Play moview with Windows Media Player” (or something like that), iseng saya tanya “Ada film apa memang ?”, dengan enteng teman saya menjawab “banyak kok, Ayat-Ayat Cinta juga ada …”, waksss

Di dunia perkuliahan sendiri, versi ilegal Ayat-Ayat Cinta sudah beredar dari kapan hari, hal ini saya ketahui dari adik istri saya yang secara tidak sengaja mengirim SMS ke istri saya “Mbak aku wis duwe lho VCD-ne AAC”

Jujur saja, pembajakan untuk film-film Indonesia ini benar-benar membuat saya sangat geram. Telah bertahun-tahun, dunia perfilman Indonesia dikuasai oleh pangsa film barat, pada era-ara 90-an tidak ada film Indonesia yang bisa dibilang berjaya, kalau ada main di bioskop itupun pastilah yang berbau sekitar wilayah dada atah paha.

Setelah dirilisnya Jailangkung, Ada Apa dengan Cinta dan Petualangan Sherina yang mulai memberi angin segar kebangkitan perfilm-an Indonesia, kini film-film Indonesia mulai bermutu (selain tentunya yang berbau horror yang memang terbukti lebih laik jual daripada laik tayang). Kiamat Sudah Dekat, Naga Bonar Jadi 2, Gie, 3 Hari Untuk Selamanya, Love, dan terakhir Ayat-ayat Cinta adalah film-film yang menurut saya patut diacungi jempol.

Membajak jelas akan menjadi sebuah pernyataan jelas pematian secara tidak langsung terhadap perfilm-an Indonesia.

Please deh, sekarang itu bioskop juga dah murah banget, setelah pasar layar cinema nggak lagi di monopoli oleh Cinema21, tuh karcis sudah bisa terjangkau kok.

So … hargai karya anak negeri … stop pembajakan





Cerai kok bawa-bawa nama Allah, huh

10 01 2008

Kembali jagad infotainment Indonesia diramaikan dengan isu perceraian dari kalangan selebritis, Sarah Vi dan Yulia Rachman, selain juga tentunya hangat-hangatnya berita tentang Dani Achmad dan Maia Estianti yang belum jelas ujung pangkalnya, dan yang masih terngiang di ingatan suksesnya perceraian Saipul Jamil dan Dewi Persik. Dalam kesempatan wawancara mengenai perceraian mereka, acapkali para artis membawa nama-nama Tuhan, “Ini yang terbaiklah bagai kami”, “Nampaknya Allah sudah menuliskan hidup kami harus seperti ini”, “Ya selanjutnya, tinggal saya pasrahkan pada Allah”, dan lain-lain versi jawaban para artis yang seolah begitu terencana ketika para juru pena memburu mereka.

Islam memperbolehkan perceraian, however perceraian adalah salah satu hal yang paling dibenci oleh Allah SWT, perceraian akan menggemparkan Arsh. Saya rasa hal tersebut sangat dimahfumi oleh para muslim, termasuk para artis, paling tidak pasti dasar dalil tersebut sudah mereka ketahui, at least ketika melangsungkan pernikahan. Dan menjadi sangat menyebalkan bagi saya, ketika mereka bercerai dan membawa-bawa nama Tuhan/Allah dalam kasus mereka, seolah-oleh Allh SWT-lah yang menginginkan hal tersebut terjadi.

Dalam Islam, perceraian dihalalkan sebagai suatu bentuk keadilan apabila ternyata satu pihak(suami/istri) teraniaya oleh pihak yang lain dan tak kunjung mendapat penyelesaian. Ketika seorang istri ditinggal oleh suami yang tidak bertanggung-jawab, perceraian diperbolehkan sebagai jalan keadilan sang istri. Kerika seorang suami, menemui istrinya yang genit dan tidak mampu menjaga kehormatan keluarganya, perceraian bisa dipertimbangkan. Namun apa yang terjadi pada kelompok artis kita apakah seperti hal tersebut, apabila anda harus bercerai hanya karena penghasilan sang suami tidaklah mampu untuk memenuhi kebutuhan glamour keartisan, ketika anda harus bercerai hanya karena perbedaan yang sebenarnya tidaklah terlalu menjadi sebuah hal yang bersifat normatif dimana penyesuaian bisa dilakukan, dan anda menyatakan bahwa Allah SWT menentukan perceraian sebagai suratan takdir terbaik bagi anda …. hehehehe sungguh sebuah kemunafikan yang sangat nyata bagi saya, bahkan bagi saya itu adalah sebuah bentuk pemfitnahan terhadap Tuhan.

Apabila pernikahan anda memang didasari pada rasa cinta, cinta terhadap pasangan anda dan terlebih adalah cinta anda terhadap Allah SWT, sebagai sebuah bentuk komitmen sepanjang masa dihadapan sang Khaliq, tentunya segala macam perbedaan akan bisa disesuaikan. Kepasrahan bukanlah ketika anda harus menunggu saat talak anda, tapi adalah bagaimana anda berpasrah kepada-Nya ketika telah ber-ikhtiar sebelumnya untuk selalu menyesuaikan diri anda dengan pasangan anda demi untuk membina keluarga yang lebih sakinah.

Bercerai kok pake nama Allah, huh …..

Selamat menipu dunia ….





Happy new moslem year, 1429H

9 01 2008

For all moslem in the worlds,

Happy new year 1429H

Have a nice year :)





Langkah-langkah Aswaja dalam menentukan masalah keagamaan

4 01 2008

taken from milis Wikusama by Cak Usma

Di dalam memutuskan suatu masalah, tentu kita tidak dapat memutuskan dengan cepat. Kita harus mengadakan penelitian yang cermat terhadap masalah tersebut. Kita tidak menghalalkan sesuatu atau mengharamkan sesuatu, kecuali dengan dalil-dalil yang jelas.

Jangan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, dan jangan pula menghalalkan apa yang diharamkan Allah SWT dan Rasul-Nya. Di dalam Ilmu Fiqih apabila kita melihat suatu perbuatan di tengah-tengah masyarakat, kita tidak bisa dengan secepat mungkin berkata halal atau haram.

Adapun langkah-langkahnya, sebagai berikut; pertama, Kita melihat apakah perbuatan tersebut ada perintahnya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah? Kedua, Apabila perbuatan tersebut, tidak ada perintahnya baik dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah, kita lihat kembali, apakah ada larangan terhadap perbuatan tersebut?

Ketiga, kalau perintah terhadap perbuatan tersebut tidak ada dan juga larangannya, di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak ada, kita tinjau kembali; apakah perbuatan tersebut ada maslahatnya terhadap agama? Keempat, kalau ternyata perbuatan tersebut tidak ada maslahatnya, kita tinjau kembali, apakah perbuatan tersebut ada madlaratnya (bahayanya) terhadap agama?

Setelah tahap-tahap tersebut di atas baru kita dapat menentukan hukum:

  1. Apabila ada perintah dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka hukumnya tidak terlepas dari wajib atau sunnah.
  2. Apabila ada larangan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka hukumnya tidak lepas dari haram atau makruh
  3. Apabila larangan dan perintah dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak ada, tetapi mengandung mashlahat, maka hukumnya sunnah (baik).
  4. Apabila larangan dan perintah dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak ada dan perbuatan tersebut membawa madlarat maka hukumnya haram.
  5. Apabila larangan dan perintah dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak ada dan perbuatan tersebut tidak mengandung mashlahat dan madlarat maka hukumnya mubah.

Sebagai contoh langkah-langkah pemutusan masalah, adalah bagaimana hukumnya membaca Surat Yasin malam Minggu? Di antara jawabannya sebagai berikut; perintah membaca Yasin malam Minggu tidak ada, juga larangan membaca Yaasin malam minggu tidak ada. Karena mereka dapat berkumpulnya hanya pada malam minggu, mereka mengadakan bacaan Yasin pada malam tersebut, karena bahayanya membaca Yasin malam Minggu tidak ada. Sedangkan manfa’atnya jelas, mengikat ukhuwah Islamiyah dan dzikir kepada Allah SWT. Dengan demikian, maka hukum membaca Yasin pada malam Minggu itu sunnah dalam Ilmu Fiqih.

KH A Nuril Huda
Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)





Bulan dan bintang

3 01 2008

“Wuahhh ….”, siang-siang gini, ngantuks banget yo, apalagi sambil dengerin lagu-lagu slow dari Yahoo!PodCast malah jadi buat mata ini semakin siyip-siyip kalau orang jawa bilang. Dari meja kerja, coba lihat view diluar biar semangat. Pas lihat masjid, jadi perhatiin kubahnya, warnanya putih dan ada simbol bulan dan bintang-nya, dan anehnya memang sebagian besar masjid yang pernah saya lihat kebanyakan ada simbol bulan dan bintang.

Sebenarnya dari mana sih simbol bulan dan bintang ini ? apakah memang pada jaman Rasulullah SAW pernah menggunakan simbol ini ? kenapa tidak matahari, secara matahari jauh lebih terang dan sepertinya kan lebih bermanfaat daripada bulan :)

Dalam sebuah literatur yang saya baca (dan inilah jeleknya saya, selalu lupa darimana literatur tersebut saya baca), simbol bulan bintang sendiri sebenarnya baru dipakai oleh umat muslim beberapa ratus tahun setelah jaman kenabian. Sang Nabi sendiri, lebih sering menggunakan bendera warna hijau polos sebagai penanda rombongan beliau, termasuk juga untuk armada perang.

Penggunaan bulan dan bintang sendiri sebenarnya adalah simbol dari Byzantium (Konstantinopel) yang kemudian dalam perjalanannya ditaklukan oleh muslim Turki, dan olek kekaisaran Ottoman, simbol bulan dan bintang inipun diadopsi sebagai bendera kebangsaan mereka, dan karena kekuasaan Ottoman adalah salah satu kerajaan Islam terbesar waktu itu, maka secara tidak langsung ikut juga mengekspos simbol Bulan dan Bintang ini sebagai salah satu bentuk simbol yang sering dipakai oleh Islam.

Kenapa ini penting ? dalam sebuah site yang saya temukan, Allah is Moon God, menyatakan bahwa Allah SWT, sebenarnya adalah Dewa Bulan dari bangsa pagan-arab. Asumsi tersebut, muncul karena banyaknya simbol Bulan dan bintang dalam Islam modern. Juga banyaknya literatur bangsa arab pra kenabian, yang menggunakan simbol bulan dan bintang. Padahal kalau diteliti lebih lanjut sebenarnya simbol-simbol tersebut berasal dari bangsa Syiria/Persia yang secara geografis sangat jauh dengan kota suci Makkah pada masa itu.

Semoga keterangan diatas bisa menjawab masalah dewa bulan tersebut.

Selamat melihat bulan dan bintang …..

Link terkait:

- http://islam.about.com/od/history/a/crescent_moon.htm
- http://en.wikipedia.org/wiki/Flag_of_Ottoman_Empire