Ad-Sense dan Intenet Affiliate

30 05 2009

image Akhirnya dengan sukses, berhasil juga saya diracun oleh teman** cyber untuk mencoba peruntungan di dunia internet via internet affiliate, apalagi dengan booming-nya Web2.0 yg memungkinkan semua orang saling terkoneksi dalam hitungan detik :)

Pilihan pertama tentunya jatuh pada Adsense, produk gratis berhadian dari Google ini cukup menjadi banyak favorit dari beberapa rekan yang telah terjun ke dunia ini sebelumnya, tapi berhubung wordpress.com tidak memperkenankan adanya komersialisasi di situs mereka, maka dengan sangat terpaksa saya harus membuka beberapa lahan baru di rival WordPress yang notabene memang adalah saudara sedarah Google yaitu Blogspot.

Untuk afiliasi produk internet, saya baru mencoba dengan Amazon melalui afiliasi penjualan buku** mereka yang disesuaikan dengan topik artikel yg saya tulis :)

Harus diakui, bermain dalam dunia afiliasi & advertising internet ini ngga segampang yang saya perkirakan lho, dah satu minggu tapi tetap aja blog** yang saya buat ngga nangkring di index Google :) , nampaknya harus belajar** lagi nih tentang Search Engine Optimization

Eh, itu adalah link** yang saya buat untuk bermain-main tentang Ad-Sense dan afiliasi internet, visit dan bantuin klik ya hehehe :) atau mungkin ada yang mau berbagi saran tentang SEO & Internet marketing … monggo





Menabung di bank ! No way !

9 03 2008

Di Excel ada sebuah rumus yang berkode FV, merupakan kependekan dari Future Value (nilai masa depan), yaitu digunakan untuk menghitung sebuah nilai itu akan senilai berapa di masa depan dengan memperhitungkan pertumbuhan anuitas selama masa berjalan tersebut.

Lawan dari FV, adalah PV (Present Value), PV ini menghitung sebuah nilai yang kita prediksikan pada masa datang akan senilai berapa pada masa sekarang.

Kedua rumus tersebut, diajarkan cara kerjanya kalau tidak salah semasa kita masih duduk di bangku SMP, dan jujur pada waktu itu diajarkan saya sema sekali tidak memahami apa manfaat kita mengetahui hal tersebut.

Ketika berbincang-bincang dengan Bunda untuk membahas biaya sekolah putri-putri kami, saya menyadari betul sekolah yang kita incar untuk Arda nanti masuk SD saat ini memiliki uang pangkal 10 juta rupiah, dan 16 bulan dari sekarang saya harus mempersiapkan dana yang senilai sebesar itu untuk 18 bulan kedepan guna keperluan sekolah Arda, hal yang sama pada Asti yang 4 tahun dari sekarang akan masuk TK dimana sekarang Arda menghabiskan 4 Juta rupiah untuk uang pangkalnya, oke, itu baru TK & SD belum SMP, SMA dan kuliah hehehehe, anda pernah memperhitungkan dana pensiun, setelah kita tua nanti dan tidak produktif, dan apabila anda tidak ingin menyusahkan putra-putri nantinya, maka harus ada dana pensiun yang kita miliki yan sanggup untuk memenuhi kebutuhan kita nantinya, dan sekali lagi disini nilai yang harus kita pikirkan bukanlah berapa nilai sekarang-nya, tapi nilai nantinya :)

Nah, disinilah fungsi FV dan PV mengambil alih, kita ambil contoh sekarang biaya TK Asti 4 tahun lagi, dengan asumsi uang pangkalnya sama dengan uang pangkal TK Arda 4 juta rupiah dan suku bunga inflasi per bulan adalah 1% maka 4 tahun (4 bulan) dari sekarang uang pangkal itu akan menjadi PV(1%, 48,  0, 4jt) dan itu adalah sebesar 6.5 juta rupiah. Nah coba dengan yang lain, dana pensiun misal, anggaplah biaya hidup kita saat ini sebesar 2 juta rupiah, untuk 35 tahun kedepan dengan inflasi 1% per bulan itu akan menjadi 130 juta rupiah … woowwwww, saya sendiri pernah melakukan checklist semua kebutuhan keluarga saya sampai 40 tahun ke depan ….. dan …. biaya yang saya perlukan hingga 40 tahun kedepan mencapai 12 milyar rupiah, whaarahkadah

Lalu apa hubungannya dengan menabung, walah setelah sekian panjang baru ke inti masalahnya hehehehe, ya menabung di bank saat ini sebenarnya adalah sebuah penipuan masal, bank hanya memberikan bunga kurang dari 8% p.a untuk deposito bahkan untuk yang tabungan biasa bisa mendapat 4% itu sudah sebuah hal yang luar biasa, sementara inflasi sendiri ternyata selalu lebih besar dari 8% per tahun.Itu artinya, setelah sekian tahun menabung, nilai uang anda bukan malah bertambah tapi malah berkurang.

Dan itulah sebabnya saya tidak terlalu berminat untuk menabung di bank :)





2008, Penentuan operator baru dan ISP

24 12 2007

TEMPO Interaktif, Jakarta: Operator seluler baru dan perusahaan penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP) dengan pelanggan kecil harus mewaspadai kondisi tahun depan.

Pengamat yang juga Ketua Masyarakat Telematika Indonesia, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, memperkirakan pada 2008 mereka harus berjuang keras mempertahankan diri. “Tahun depan penentuan hidup matinya operator baru,” katanya kemarin ketika dihubungi Tempo.

Menurut Mas Wig, panggilannya, pertumbuhan operator baru cukup cepat pada awalnya. Tapi selanjutnya mereka harus berhadapan dengan operator lama dengan pelanggan fanatik mereka.

Maka operator baru harus mencari celah strategi bisnis di daerah yang tak menjadi perhatian utama operator lama. Ekspansi ke luar Jawa, misalnya, harus dibarengi dengan perluasan layanan dan jaringan. Meski kehadiran para operator baru di kota-kota besar masih perlu sebagai penanda keberadaan.

Bagi operator seluler lama, Mas Wig melanjutkan, pada 2008 akan lebih pada mempertahankan diri agar pasar tak digerogoti oleh pemain baru yang mulai bermunculan. “Strategi mereka customer retention, misalnya bagaimana meningkatkan kualitas layanannya.”

ara operator lama pun bakal lebih mendekati dewasa dan meluaskan pembangunan jaringannya. Pola ini diikuti dengan pemasaran layanan internet dengan model paket (bundling) yakni 3G, voice, MMS/SMS. Tapi, Mas Wig yakin yang akan ramai adalah layanan internet dengan teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSDPA).

Apalagi jika ditunjang pemasaran notebook yang terpasang internal modem HSDPA. Tahun depan diperkirakan notebook dengan fasilitas ini sudah akan beredar luas. Peningkatan pendapatan dengan paket ini 10-15 persen. “Bahkan bisa lebih, kalau notebook HSDPA ready ada dan flat price dari operator.”

Mas Wig menilai konsep bundling bakal memunculkan hal positif dan negatif bagi ISP. Positifnya, akan meningkatkan kompetisi. Tapi negatifnya, akan mematikan ISP terutama yang tak bermodal besar alias hanya berbisnis dengan memberi jasa akses internet untuk jumlah pelanggan yang terbatas. “Kalau sudah begitu, lebih baik mereka cari peluang bisnis lain,” ujarnya.

Sumber: Tempointeraktif.

com
http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/12/24/brk,20071224-114025,id.html