“Dan makan dan minumlah kamu dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan itu menggunakan tangan kiri”
Beberapa hari yang lalu, ketika sedang asyiknya nonton pertandingan antara Belanda vs Perancis di Euro2008, mendadak hape saya mendapat sms baru. Semula saya berpikir bahwa itu adalah sms tentang prediksi bola dari teman** yang mungkin fanatik terhadap salah satu kubu. Tapi saya sungguh terkejut dengan isi SMS tersebut, “Assalamu’alaikum, Arief, I’m now a muslim”, namanya Peter, lengkapnya saya lupa, salah seorang sahabat baik saya yang sekarang bermukim di London, secara memang dia orang sono. “Alhamdulillah, brother”, saya membalas SMS tersebut.
3 tahun yang lalu
Di sebuah resto kecil di bilangan Plaza Indonesia, saya bertemu Peter untuk pertama kalinya, kemi diperkenalkan oleh teman saya, yang secara kebetulan menggunakan jasa saya sebagai programmer partikelir untuk membangun salah satu aplikasi perusahaan mereka, dan Peter adalah putra salah seorang investor perusahaan tersebut.
ketika hidangan datang, kamipun langsung menyantapnya, kebetulan saat itu saya memesan steak, dan seperti biasa saya selalu memotong** steak dengan garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan, setelah puas merajang daging menjadi potongan kecil-kecil, saya meletakan pisau, dan memindahkan garpu ke tangan kanan untuk kemudian memainkannya guna melahap steak dan aksesorisnya tersebut.
Peter, memperhatikan saya cara saya makan dan terjadilah dialog semacam ini lebih kurangnya, ditranslate ke bahasa aja ya, aslinya sih kita ngobrol paka inggris pakem (Peter) dan Inggris ngasal (/me) ;
Peter (P): kamu pasti dari keluarga aristokrat ya ?
Me/Arief (A) : nggak, bapak saya satpam PLN, memang kenapa sampean punya pemikiran begitu
P: Cara anda makan itu, dipotong** dahulu baru kemudian dimakan, itu adalah adat Inggris, dan sedikit sekali yang mempraktekannya dalam keseharian kecuali keluarga bangsawan
(sumpat detik itu juga saya Ge-Er abisss, disejajarkan dengan keluarga bangsawan hehehehe, Sir Arief Darmawan, pikiran pun melayang hhueheuheuehuehe)
A: oalah, itu toh alasannya, saya makan dengan cara demikian itu, karena ini adalah cara yang Islami
P: Islami ??? (bingung …. )
A: Ya, di ajaran agama kami, kami diperintahkan untuk makan dengan menggunakan tangan kanan, karena itulah saya berusaha sebisa mungkin hanya menggunakan tangan kanan saya
P: oh ya … Islam mengajarkan cara makan
Back to Now
Saya tersenyum sendiri mengingat kejadian tersebut, terlepas dari apakah setelah itu mentrigger Peter untuk lebih mengenal lebih jauh tentang Al-Islam hingga dibukakan pintu hidayah baginya, wallahu’alam.










[...] Read original post at http://b8189uv.wordpress.com/2008/06/15/makanlah-dengan-tangan-kanan/ [...]
hihihhihi…….. aku nek maem pizza yho ngunu (nek pas eling)
artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:
agama terhangat
“Artikel anda di infogue”
anda bisa promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!
subhanAlloh…
hidayah memang datang dari mana saja…
dari triger apa saja…
kalau memang Alloh membukakan hatinya… tiada yg bisa menghalangi…
salam