Di Excel ada sebuah rumus yang berkode FV, merupakan kependekan dari Future Value (nilai masa depan), yaitu digunakan untuk menghitung sebuah nilai itu akan senilai berapa di masa depan dengan memperhitungkan pertumbuhan anuitas selama masa berjalan tersebut.
Lawan dari FV, adalah PV (Present Value), PV ini menghitung sebuah nilai yang kita prediksikan pada masa datang akan senilai berapa pada masa sekarang.
Kedua rumus tersebut, diajarkan cara kerjanya kalau tidak salah semasa kita masih duduk di bangku SMP, dan jujur pada waktu itu diajarkan saya sema sekali tidak memahami apa manfaat kita mengetahui hal tersebut.
Ketika berbincang-bincang dengan Bunda untuk membahas biaya sekolah putri-putri kami, saya menyadari betul sekolah yang kita incar untuk Arda nanti masuk SD saat ini memiliki uang pangkal 10 juta rupiah, dan 16 bulan dari sekarang saya harus mempersiapkan dana yang senilai sebesar itu untuk 18 bulan kedepan guna keperluan sekolah Arda, hal yang sama pada Asti yang 4 tahun dari sekarang akan masuk TK dimana sekarang Arda menghabiskan 4 Juta rupiah untuk uang pangkalnya, oke, itu baru TK & SD belum SMP, SMA dan kuliah hehehehe, anda pernah memperhitungkan dana pensiun, setelah kita tua nanti dan tidak produktif, dan apabila anda tidak ingin menyusahkan putra-putri nantinya, maka harus ada dana pensiun yang kita miliki yan sanggup untuk memenuhi kebutuhan kita nantinya, dan sekali lagi disini nilai yang harus kita pikirkan bukanlah berapa nilai sekarang-nya, tapi nilai nantinya
Nah, disinilah fungsi FV dan PV mengambil alih, kita ambil contoh sekarang biaya TK Asti 4 tahun lagi, dengan asumsi uang pangkalnya sama dengan uang pangkal TK Arda 4 juta rupiah dan suku bunga inflasi per bulan adalah 1% maka 4 tahun (4 bulan) dari sekarang uang pangkal itu akan menjadi PV(1%, 48, 0, 4jt) dan itu adalah sebesar 6.5 juta rupiah. Nah coba dengan yang lain, dana pensiun misal, anggaplah biaya hidup kita saat ini sebesar 2 juta rupiah, untuk 35 tahun kedepan dengan inflasi 1% per bulan itu akan menjadi 130 juta rupiah … woowwwww, saya sendiri pernah melakukan checklist semua kebutuhan keluarga saya sampai 40 tahun ke depan ….. dan …. biaya yang saya perlukan hingga 40 tahun kedepan mencapai 12 milyar rupiah, whaarahkadah
Lalu apa hubungannya dengan menabung, walah setelah sekian panjang baru ke inti masalahnya hehehehe, ya menabung di bank saat ini sebenarnya adalah sebuah penipuan masal, bank hanya memberikan bunga kurang dari 8% p.a untuk deposito bahkan untuk yang tabungan biasa bisa mendapat 4% itu sudah sebuah hal yang luar biasa, sementara inflasi sendiri ternyata selalu lebih besar dari 8% per tahun.Itu artinya, setelah sekian tahun menabung, nilai uang anda bukan malah bertambah tapi malah berkurang.
Dan itulah sebabnya saya tidak terlalu berminat untuk menabung di bank










Asuransi pendidikan?
Bukan bermaksud untuk promosi, wong aku gak dibayar kok, saya sendiri sekarang menjadi nasabah asuransi pendidikannya AXA-Mandiri. Asuransi dengan unit-link investasi di reksadana di Schroders atau di Mandiri Investasi dengan tingkat resiko sesuai pilihan kita.
[...] Read original post at b8189uv blog [...]
beli emas dalam bentuk koin (biasanya dikenal dengan dinar), atau emas batangan aja Rip
tapi ya itu… nyimpennya itu hehehe
Lha terus idealnya gimana mas ?
soal beli emas. pernah dnegar produk bank yang nilainya seperti emas? jadi gini intinya. kita beli di bank amas 5 gram. ntar bank ndak ngasih bunga atau apa disitu, dia cuman nyimpan emas kita. jadi kalo harga emas naek, otomatis kita bisa ngambil/jual emas itu dengan harga baru itu. kalo turun ya resiko. intinya, kit andak nyimpan emas itu secara fisik.
ada contoh produknya mas?
*)dev saja, tanpa mas atau mbak. tapi biasanya adek saya manggil mas ke saya.
wah artikel yg berani hahaha pasti banyak orang yang ngak ngerti hitung-hitungannya tapi bagaimana lagi….begitulah kenyataannya
sy juga lagi nyitung berapa sebaiknya pendapat sy perbulan sama dengan gaji pegawai setingkat manajer + uang pesangonnya di banding sy sebagai web designer hahaha semoga tidak terlalu jauh
walah jaman sekarang masih ada yang ga berminat buat nabung di bank ya???
busett ketinggalan jaman mas.
bank tuh sangat berguna bwat:
1. tempat persinggahan sementara uang kita.
2. bayar macem2 tagihan. jaman gini bayar tagihan masi datang ke tempat? waduhhh… cukkup lewat bank. sms banking, online banking.
3. uang darurat.
4. dll.
btw gw stuju juga bank bukan buat tabungan masa depan.
tabungan masa depan mending an investasi macem2.
Rip, boleh dibahas nggak, faktor apa yg menyebabkan pilihanmu jatuh pada http://www.northfinance.com untuk melakukan trading?
soalnya aku liat alamatnya ada di luar negeri ya?
padahal di indonesia sendiri yg bisa trading online ada banyak juga, seperti http://www.poems.co.id atau http://www.etradinggallery.com/ dsb
apakah ada pertimbangan khusus?
aku masih baru soal ini nih…
thanks for the sharing…
hehehe….
kalo aku sih tetep nyimpen di bank, itung2 numpang amanin harta…
Betul bos, uang saya di Bank malah habis, bunga yang dibayarkan tidak sebanyak biaya administrasinya yang Rp. 9000,- Bangkrut untuk orang kecil kayak saya
wah maz rip pake’ tri megah… fiuh…
kalaw bwat yang dananya blum berpuluh2 gmn solusinya maz…
btw mohon pencerahanx… soal saham y maz…
lewat chat gtoe…
regard
takuma
mari borong emas sumatra..hueheuheu
from http://blog.aprillins.com yes this is aprillins aprillins aprillins!
aku tetap nabung dibank u cadangan yang tdk terduga