“Lebih baik sakit hati, daripada sakit gigiii inniiii biar tak mengapa ….”, sebaris nada dari lagu dangdut all of the time by #%^!^$!^! (sorry, not a big fan of dangdut), menggambarkan bahwa sakit gigi adalah salah satu penyakit yang paling ganggu. Itu harus saya akui dengan telak, tapi dua hari belakangan ini, I have to add more illness on first row of most annoying illness, dan itu adalah sakit mata.
Yup, dah sejak kamis maren, mata kanan rasanya seperti kena ganjel kerikil di pelipis atas, diobatin dengan Visine sepertinya kurang terlalu membantu, yang ada malah yang sebelah kiri juga ngikut, dan parahnya, selepas Jum’atan malah dua-duanya jadi semerah darah, sampai -sampai pas mo meeting semua pada ngga ada yang berani face-to-face ke saya, takut ketularan kali ya hehehe
Wah ini nggak boleh dibiarkan, pikir saya, dan untungnya nyai cukup sigap langsung cari dokter mata yang prakter setelah office hour, dan ditemukanlah dokter Ayu di RS Meilia Cibubur, prakter dari jam 5 sore sampe 8 malam, wuikss, keburu nggak ya, secara Jum’at dan pastinya macet booo!!!
Alhamdulillah, dengan sedikit nakal pake bahu jalan, bisa dengan sukses ngeber Ipah dari daerah Daan Mogot ke Meilia sekitar jam 6.30 malam dan masih bisa menemui sang ibu dokter ini. Dapat 3 jenis obat, Tarivid dan Hialid yang harus diteteskan ke mata setiap 4 jam sekali dan salep Xitrol yang harus dipakekan ke mata sebelum dan sesudah bangun tidur untuk mengikat obat pada mata, halah, sudah sakitnya ngganggu lha kok obatnya juga ya, ya wes lah … penting sehat dan bisa beraktifitas lagi










Komentar Terakhir