Go green, mulailah dari rumah anda

10 02 2008

Global warming atau pemanasan global akibat efek rumah kaca pada bumi makin menjadi perhatian banyak kalangan akhir-akhir ini.

Berbagai fenomena alam aneh -seperti kacaunya ritme pergantian musim misalnya, menjadi pertanda betapa mendesaknya isu lingkungan hidup ini.

Apa penyebab efek rumah kaca yang terbesar? Listrik!! Penggunaan listrik memang jadi biang penyumbang terbesar (37%) gas rumah kaca.

Soalnya, pembangkit listrik yang bekerja akan menghasilkan polusi, salah satunya CO2. Begitu konsentrasi CO2 meningkat di atmosfer, makin banyak pula gelombang panas yang dipantulkan permukaan bumi diserap atmosfer. Akibatnya? Suhu permukaan bumi pun ikut meningkat.

Jika masih sayang dengan kehidupan cucu dan buyut anda di masa depan, mulailah ikut berperan mengurangi efek rumah kaca. Mulai dari rumah anda sendiri dengan menggunakan listrik secara efisien.

Selain bisa mengerem pemanasan global, tagihan listrik anda pun berkurang :) Go Green!!





Tahapan dalam bisnis trading seorang trader

10 02 2008

Saya mendapat istilah-istilah ini ketika asyik belajar mengenai konsep-konsep dalam trading ketika dulu baru mulai berurusan dengan dunia satu ini. Intinya adalah tahapan-tahapan yang umumnya, saya bilang umumnya lho ya, dilewati oleh seseorang yang melakukan trading sebagai salah satu mata pencaharian mereka.

Tahap 1 – Unconscious Incompetence / Tidak sadar bahwa tidak mampu

Pada tahap-tahap awal, seseorang calon trader (kita sebut X dari sekarang) memasuki dunia trading umumnya karena mengenal atau mengetahui seseorang yang terlibat dalam bisnis ini dan mendapatkan cukup margin dari trading tersebut. Setelah melalui sebuah percakapan singkat, menarik sebuah kesimpulan trading adalah sebuah bisnis yang sederhana, dimana hanya diperlukan untuk membeli pada harga murah dan menjual lagi ketika harga tinggi.

X kemudian mulai melakukan riset singkat, melakukan simulasi dengan fitur-fitur simulasi yang diberikan oleh para broker dengan angan-angan akan menggandakan dana virtualnya dalam waktu singkat. Apabila disini X berhasil dia akan lanjut dengan mulai memasukkan dana nyata dan membuat sebuah akun untuk trading, dan pada saat inilah kenyataan berbalik 180 derajat, kondisi pasar berubah begitu drastis setiap kali deal dilakukan, harga naik ketika diprediksi akan turun dan harga justru malah turun begitu diprediksi untuk naik.

Pada bagian akhir tahap ini, X akan menyadari bahwa dirinya tidak mampu (incompetence) dalam melakukan trading, X akan mengevaluasi dirinya sendiri, dan apabila dia siap, akan melangkah ke tahap ke 2, apabila tidak X akan berhenti dari dunia ini. Lebih dari 70% trader berhenti di tahap ini.

Tahap 2 – Conscious Incompetence / Kesadaran akan ketidak mampuan

Belajar, adalah langkah awal yang dilakukan pada fase ini. Disini X akan mulai mengenal lebih dalam tentang tujuan kenapa harus mengetahui titik support dan resistance, bagaimana pengaruh pivot pada trend, apa itu morning star, hammer, engulfing, harami dan pola-pola lilin jepang lainnya serta emosi apa yang terbentuk darinya terhadap pergerakan harga di market.

X akan mulai bergabung dalam kelompok-kelompok trading, entah itu mulai dengan mengenal lebih dekat orang-orang yang telah terjun di dunia itu sebelumnya atau sekedar bergabung dalam komunitas milis trading yang ada dan menyanyakan hal-hal yang bersifat mendasar. Mencoba beberapa bahkan mungkin puluhan indikator dengan aneka sistem yang ada untuk mendapatkan “the holy grail system”, yang sayangnya, tidak dan tidak akan pernah ada.

Melakukan papertrading, atau trading secara simulasi, adalah titik akhir dari fase ini, semakin lama seorang trader berada pada fase ini, semakin matang dia berada pada fase-fase sebelumnya. Sayangnya sedikit sekali yang bisa berhasil lolos dari sini, sebagian akan lebih banyak berhenti atau malah akan kembali lagi ke fase 1

Tahap 3 – Englighment / Pencerahan

Ok, X sudah mempelajari ilmu yang dia dapat pada fase 2, ini dia waktunya beraksi di dunia nyata. Sebuah akun real pun disetup, dan trading real-pun dilakukan. Berbeda dengan fase 1, pada fase ini trading yang dilakukan oleh X lebih teratur, ada tujuan-tujuan yang akan dia capai. Kalah adalah hal yang biasa, dan itu bisa dipahami oleh X, selama itu masih dalam toleransi yang wajar.

Ini adalah titik, dimana terjadi pencerahan pada kemampuan trading X. titik dimana dia akan mendapat break even poin dari investasi pembelajaran yang dilakukan pada 2 tahap sebelumnya. X menyadari bagaimana dia hanya mampu meresikokan kurang dari 2% margin yang dimiliki untuk trading, dan bertambah seiring berjalannya waktu sampai pada suatu titik aman tertentu. X juga belajar untuk lebih tidak serakah dan ambisius dalam trading, mencoba untuk mengatur trading secara terarah.

Emosi trading dan psikologi market adalah buku-buku yang lebih banyak dipelajari oleh X saat ini. Berusaha untuk lebih menekan emosi, lebih mengontrol diri dan mendekatkan diri secara spiritual untuk mendapatkan kepasrahan yang dominan menjadi salah satu target yang harus bisa dicapai oleh X untuk bisa melangkah ke fase berikutnya

Tahap 4 – Conscious competence / Kesadaran akan kemampuan

Dalam tahap ini, semua ilmu telah dipelajari oleh X. Dia telah menjadi pusat perhatian dalam trading. Mulai menularkan ilmu yang dimilikinya kepada yang lain. X akan tersenyum menyadari bagaimana dia bisa mendapatkan profit hanya dengan 3 buah indikator moving average sederhana tanpa aneka garis-garis berwarna warni yang menghiasi chart emiten yang dianalisanya. X akan tersenyum, ketika dia mulai berkata bahwa hanya resikokan kurang dari 5% margin anda untuk trading kepada trader lain, dan melihat bagaimana trader tersebut tidak melakukannya dan mengingatkan pada apa yang dia lakukan dulu.

X akan menyadari bahwa keberhasilan trading tidak lebih hanya didominasi oleh konsistensi, kesabaran dan pengontrolan emosi. Riset menyatakan hanya 6% trader yang mampu menembus ke fase ini.

Tahap 5 – Inconscious incompetence / Ketidaksadaran akan kemampuan

Ini adalah fase yang diharapkan oleh semua trader, fase dimana dia bisa memposisikan dirinya bagaimanapun kondisi market berada. Profit akan didapatkan ketika trend naik, untung pun tak akan lari ketika tren turun. Disini trader akan menjadi champion dari semua champion, mampu untuk mendapatkan segala kemewahan yang diinginkan. Menjadi nara sumber dalam segala kegiatan trading, menulis buku-buku best-seller tentang sari-sari ilmu yang dia dapatkan yang sesungguhnya adalah hal-hal yang sangat sederhana.

Orang-orang akan berebut untuk dekat dan belajar dari trader di fase ini, bahkan tidak sedikit yang rela keuangannya dimanage oleh trader-trader tersebut.

Pada tahap ini, seorang trader bisa dengan lantang berkata “Saya berhasil di bisnis ini !”,  sayangnya riset berkata hanya 3% trader yang bisa melangkah ke fase ini.

Pertanyaannya sekarang, apabila anda bergelut di dunia trading atau akan memasuki dunia tersebut, sampai tahap mana anda sanggup bertahan ? dan di tahap mana posisi anda sekarang ?

Salam trading …





Palm 750v, review generasi pertama Palm device berbasis Windows Mobile

10 02 2008

Akhirnya setelah 3.5 tahun menggunakan Sony Ericsson K700i, nampaknya gadget tersebut harus segera dipensiunkan, mengingat teknologi yang sudah cukup ketinggalan zaman, keypad yang sudah mulai kurang responsif dan gurat-gurat pada body handphone akibat sering saya putar-putar di meja kalau lagi meeting :)

Setelah searching di internet, dan mengingat budget yang diperbolehkan oleh menteri keuangan keluarga, maka pada hari Sin Chia kemarin, saya dan keluarga berburu Palm Treo 750v di Ratu Plaza, bilangan Sudirman Jakarta. Dengan harga akhir 4.7 juta, Palm Treo 750v bisa dibawa pulang dari C-Palm Store Lt 3 Ratu Plaza. Paket yang didapat adalah standard Palm (Device, universal charger adapter, manual, CD, kabel data dan earphone) plus gratis anti gores dan 1 GB mSD memori card

Hardware

Hal pertama yang saya dapat dari device ini adalah, wow … its so blackberry, dengan layar lebar dan keypad QWERTY pada bagian atas dgn proporsi 60:40, wis pokok blackberry abizz deh. Berbeda dengan PDAPhone lainnya, T-750v dilengkapi dengan 5-way navigation key dan tambahan 6 tombol spesial yang bisa kita atur untuk memudahkan kita mengatur fungsi-fungsi yang aka dipakai nantinya dalam mengoperasikan T-750v. Keyboard QWERTY yang disediakan juga terkesan mengikuti gaya BlackBerry dengan bentuk tanpa siku membentuk efek elegan pada device baru ini, meskipun agak susah pada awalnya, tapi cukup mengejutkan, keyboard ini cukup mudah digunakan.

Teknologi infra red juga ditambahkan pada sisi kanan device plus tambahan slot untuk mini SD card. Pada sisi kiri terdapat tombol pengatur suara dan sebuah tombol yang juga bisa diprogram fungsinya. Sisi atas terdapat quick switch untuk menonaktifkan suara, cukup berguna apabila kita sering meeting dadakan dan ketika ada di musholla/masjid :) . Sebuah kamera 1.3 Mega Pixel dipasang dengan elegan pada bagian belakang kamera, berdampingan mini speaker dan logo Vodafone pada bagian bawahnya.

Terkesan kokoh dengan bahan bertekstur dove, tidak membuat Palm Treo 750v susah untuk dibongkar casingnya, cukup dengan menekan tombol pada bagian bawah sisi belakang dan menggeser tutup ke atas, casing akan terbuka, dimana bisa didapati batere Lithium Ion dan slot untuk kartu GSM.

Bluetooh yang disertakan sebagai fitur Treo 750v masih versi 1.2, juga kenyataan tidak adanya front camera, HSDPA dan fasilitas Wifi mengingat device ini adalah 3G-device mungkin menjadi beberapa hal yang perlu disayangkan.

Software

Palm Treo 750v berbasis pada Windows Mobile 5.0 sebagai operating systemnya, tapi Palm menyediakan download resmi untuk upgrade ke Windows Mobile 6.0. Aplikasi yang disertakan masih standard yaitu Mobile Office 2002, Media Player Mobile, PDF Viewer dan ActiveSync 4.2. Palm juga memberikan beberapa sentuhan pada  device ini, seperti:

  • Quick call dari layar depan, today section 
  • Chat sms, menampilkan thread sms dari seseorang dalam bentuk chat, love this feature so much
  • Call by image
  • Call holding
  • Java ready
  • GPS ready

Sayangnya, fasilitas user define multi profile yang ada pada handphone konvensional tidak diadopsi oleh Palm, meskipun gadget ini free to customize semua tone-nya hanya saja tidak bisa disimpan dan dipanggil lagi kemudian apabila diperlukan, well atau mungkin saya yang belum ketemu caranya :)

Konektifitas

Kualitas penerimaan Treo 750v secara rata-rata cukup bagus, di daerah Cimanggis, Depok dengan menggunakan XL saya mendapatkan penerimaan antara 2-4 bar.

Untuk dukungan nirkabel, modem 3G/UTMS (hiks … no HSDPA) sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan koneksi kita, tapi apabila ternyata kita memerlukan layar yang lebih lega seperti PC atau Laptop, kita bisa tinggal menghubungkan Treo dengan workstation kita dan menggunakan fasilitas modem link untuk menjadikan Treo sebagai modem. Ada 3 cara konetifitas yang bisa kita pakai antara Treo dengan PC/Laptop yaitu USB, IrDa dan tentunya bluetooth (meskipun sayangnya masih versi 1.2).

Sampai saat tulisan ini di-rilis saya masih mengalami sedikit kesulitan dalam melakukan siknronisasi antara Treo 750v dengan Windows XP SP2 di Lenovo Y400 saya via Bluetooth, mungkin ada yang bisa bantu ?