Pak polisi … aduh ketangkep basah deh lagi korupsi

26 02 2008

Duh malu tenan aku, yang beredar di luaran itu tentang negeri ini kok ya pas yang jelek-jelek ya, barusan dapat link ini dari youtube

“I was just cimming back from kuta lombok to mataram… its fairly long ride, but me and my Norwegian friend Yngve took the distance in an hour or so…. when arrived in Mataram, i found myself on a traffic jam… and as every eastern european.. hate to w8.. so i passed the whole w8ing line on the traffic light (using the on comming traffic lane) crossed the crossroad at red ligt, then two local cops (polici) tried to stop me, but i just ride pass them… but then i ocure to me that Yngve is behind me, so i stoped… instead of sending me straight to jail, they only wanted.. CASH of course.. as we had no cash on us we had to go to ATM.. to get some out of my credit card.. this video is taken on the way to the ATM:) i love corruption!!! viva polisi!!”





Asti bisa telungkup sendiri

26 02 2008

Akhirnya setelah beberapa lama nunggu, dapat juga gambarnya, Asti sudah bisa telungkup sendiri sekarang, sebenarnya sih bisanya dah lama, cuman kok ya, tiap kali mo difoto dianya mbalik lagi.

img052 img054





Ipah numpang ke tetangga kosong

25 02 2008

Alhamdulillah, karena ada sedikit rezeki bulan lalu, saya dan keluarga berencana untuk nyicil ndadani rumah, pertama yang kepikiran adalah carport yang dah acak-acakan, mo dikasih atap yang lebih kokoh, biar si ipah item bisa lebih adem ayem kalau lagi ngga di-keber.

Rencana sih dah awal bulan, tapi berhubulng pak kontraktornya baru available hari ini, jadilah dimulailah perombakan hari ini. Nah masalah timbul ketika pulang rumah untuk hari ini dan for next 2 weeks from now, karena otomatis carport ngga akan bisa dipakai, secara penuh dengan material dan kotor abisssss

Ide gawat darurat pun muncul secara tiba-tiba, memanfaatkan carport rumah sebelah yang memang belum ditempatin sama mpu-nya, padahal belum izin lho ….. hehehe …

Ya, moga-moga Ibu Lim Hwa (pemilik C4/19) nti kalau dah mampir buat tengok-tengok rumahnya mau mengijinkan Ipah item numpang buat sementara.





Mouse baru

25 02 2008

img051 Hari ini, Lenovoku sayang dapat aksesoris baru, yaitu sebuah mouse wireless untuk memudahkan navigasi saya di dunia perkomputeran. Mouse ini dibeli di Cibubur Junction dengan harga Rp 140 ribu saja, dengan konsumsi batere 2 tipe AAA yang kata tukang jualnya bisa tahan sampai 2 bulan per pemasangan batere.

Nah, waktu pertama pake tadi pagi, dasar saya paling males baca manual, apalagi untuk hal sesimpel mouse wireless, langsung aja colok sana-colok sini, geser** dan lain-lain, lho kok kurang responsif ya, masa sih beterenya habis, orang baru 1 hari juga pakenya, ya udah beli batere baru, lho kok sama saja …. walah … gethem** deh, wah salah beli barang nih jangan**

Iseng googling “troubleshoot wireless mouse” dan didapatlah sebuah keterangan sederhana “Away your mouse from other radio devices and ensure transceiver and receiver are in normal range, range can be vary depend on your mouse type, read your manual for further information”, barulah kita beraksi ngobrak-ngabrik tempat sampah, dimana tadi kardus mousenya dibuang dan terdapat selembar kertas manual didalamnya ….. capek deehhhhhhhhhh





Bunda kecapekan

25 02 2008

img050 Tadi pagi waktu nganterin bunda ngantor, sambil dengerin 87.6 Hardrock FM, ngajakin bunda ngobrol tentang pembantu baru kami, mbak Marni namanya, setelah bbrp lama, lho kok rasanya saya seperti ngobrol sendirian ya, walah ….. begitu lihat ke Bunda, dengan sukses Bunda terlelap miring ke kiri sambil pegangin pisang goreng yang sengaja dibawa dari rumah buat ganjel perut.

Sepertinya Bunda kecapekan banget, secara tadi malam tidur agak malam gara-gara bunda blogwalking ke beberapa blog teman-teman waktu di STM Telkom dulu. Ditambah lagi, setelahnya Asti yang agak rewel karena masih agak pilek ketularan Arda.

Hm … jadi tambah besar nih tekad untuk segera memerdekakan bunda agar bisa jadi full time mother





Mie Instant

25 02 2008

img049 Tidak tahu karena kelamaan nge-kost atau memang doyan, saya jadi keranjingan sama yang namanya mie instant, padahal di rumah juga cukup banyak lauk yang lebih “sehat” :)

Killing me softly, mungkin itu istilah yang tepat, yang selalu digambarkan oleh bunda tiap kali saya minta dimasakin Mie Instant, belum lagi Arda yang jadi ikut-ikutan minta Mie Instant setiap kali saya makan makanan tersebut.

Mie Instant ini, biasanya akan saya nikmati malam hari, jam 11-an malam gitu, setelah berbrowsing ria atau ada kerjaan malam dan mengkonsumsi segelas kopi yang membuat saya tidak bisa tidur, … dan salah satu usaha untuk membuat mata ini bekerjasama untuk bobo adalah dengan makan mie instant.

Lha wong uueeeenaaaakkk hare ……..





How frequent do you have sex in a week ?

25 02 2008

OK, lets admit that one of the purpose getting married is to have sex with our spouse, well at least that what has happened to me few years back hehehe eventough mungkin sekarang hal itu sudah nggak penting lagi bagi beberapa orang, secara survey membuktikan seks pra nikah di negara-negara timur sudah cukup tinggi pendukungnya … hm … salah satu efek pemanasan global … %%^$%%%^#%^ lho kok .. :D

Back to the idea, waktu pertama menikah, mungkin rasa itu menggebu-gebu banget, sampai-sampai istilahnya tiap mau sholat harus mandi basah huheuheuehuehuehuehe, tapi setelah sekian tahun menikah and have children playing around your family …. hm …. bagaimana frekuensi bercinta kita ? tentunya dengan pasangan kita lho ya, lha kalau sampe dengan pasangan orang lain …. walah ……

Silahkan jawab sendiri ….. :)





Sakit mata

14 02 2008

“Lebih baik sakit hati, daripada sakit gigiii inniiii biar tak mengapa ….”, sebaris nada dari lagu dangdut all of the time by #%^!^$!^! (sorry, not a big fan of dangdut), menggambarkan bahwa sakit gigi adalah salah satu penyakit yang paling ganggu. Itu harus saya akui dengan telak, tapi dua hari belakangan ini, I have to add more illness on first row of most annoying illness, dan itu adalah sakit mata.

Yup, dah sejak kamis maren, mata kanan rasanya seperti kena ganjel kerikil di pelipis atas, diobatin dengan Visine sepertinya kurang terlalu membantu, yang ada malah yang sebelah kiri juga ngikut, dan parahnya, selepas Jum’atan malah dua-duanya jadi semerah darah, sampai -sampai pas mo meeting semua pada ngga ada yang berani face-to-face ke saya, takut ketularan kali ya hehehe

Wah ini nggak boleh dibiarkan, pikir saya, dan untungnya nyai cukup sigap langsung cari dokter mata yang prakter setelah office hour, dan ditemukanlah dokter Ayu di RS Meilia Cibubur, prakter dari jam 5 sore sampe 8 malam, wuikss, keburu nggak ya, secara Jum’at dan pastinya macet booo!!!

Alhamdulillah, dengan sedikit nakal pake bahu jalan, bisa dengan sukses ngeber Ipah dari daerah Daan Mogot ke Meilia sekitar jam 6.30 malam dan masih bisa menemui sang ibu dokter ini. Dapat 3 jenis obat, Tarivid dan Hialid yang harus diteteskan ke mata setiap 4 jam sekali dan salep Xitrol yang harus dipakekan ke mata sebelum dan sesudah bangun tidur untuk mengikat obat pada mata, halah, sudah sakitnya ngganggu lha kok obatnya juga ya, ya wes lah … penting sehat dan bisa beraktifitas lagi





Go green, mulailah dari rumah anda

10 02 2008

Global warming atau pemanasan global akibat efek rumah kaca pada bumi makin menjadi perhatian banyak kalangan akhir-akhir ini.

Berbagai fenomena alam aneh -seperti kacaunya ritme pergantian musim misalnya, menjadi pertanda betapa mendesaknya isu lingkungan hidup ini.

Apa penyebab efek rumah kaca yang terbesar? Listrik!! Penggunaan listrik memang jadi biang penyumbang terbesar (37%) gas rumah kaca.

Soalnya, pembangkit listrik yang bekerja akan menghasilkan polusi, salah satunya CO2. Begitu konsentrasi CO2 meningkat di atmosfer, makin banyak pula gelombang panas yang dipantulkan permukaan bumi diserap atmosfer. Akibatnya? Suhu permukaan bumi pun ikut meningkat.

Jika masih sayang dengan kehidupan cucu dan buyut anda di masa depan, mulailah ikut berperan mengurangi efek rumah kaca. Mulai dari rumah anda sendiri dengan menggunakan listrik secara efisien.

Selain bisa mengerem pemanasan global, tagihan listrik anda pun berkurang :) Go Green!!





Tahapan dalam bisnis trading seorang trader

10 02 2008

Saya mendapat istilah-istilah ini ketika asyik belajar mengenai konsep-konsep dalam trading ketika dulu baru mulai berurusan dengan dunia satu ini. Intinya adalah tahapan-tahapan yang umumnya, saya bilang umumnya lho ya, dilewati oleh seseorang yang melakukan trading sebagai salah satu mata pencaharian mereka.

Tahap 1 – Unconscious Incompetence / Tidak sadar bahwa tidak mampu

Pada tahap-tahap awal, seseorang calon trader (kita sebut X dari sekarang) memasuki dunia trading umumnya karena mengenal atau mengetahui seseorang yang terlibat dalam bisnis ini dan mendapatkan cukup margin dari trading tersebut. Setelah melalui sebuah percakapan singkat, menarik sebuah kesimpulan trading adalah sebuah bisnis yang sederhana, dimana hanya diperlukan untuk membeli pada harga murah dan menjual lagi ketika harga tinggi.

X kemudian mulai melakukan riset singkat, melakukan simulasi dengan fitur-fitur simulasi yang diberikan oleh para broker dengan angan-angan akan menggandakan dana virtualnya dalam waktu singkat. Apabila disini X berhasil dia akan lanjut dengan mulai memasukkan dana nyata dan membuat sebuah akun untuk trading, dan pada saat inilah kenyataan berbalik 180 derajat, kondisi pasar berubah begitu drastis setiap kali deal dilakukan, harga naik ketika diprediksi akan turun dan harga justru malah turun begitu diprediksi untuk naik.

Pada bagian akhir tahap ini, X akan menyadari bahwa dirinya tidak mampu (incompetence) dalam melakukan trading, X akan mengevaluasi dirinya sendiri, dan apabila dia siap, akan melangkah ke tahap ke 2, apabila tidak X akan berhenti dari dunia ini. Lebih dari 70% trader berhenti di tahap ini.

Tahap 2 – Conscious Incompetence / Kesadaran akan ketidak mampuan

Belajar, adalah langkah awal yang dilakukan pada fase ini. Disini X akan mulai mengenal lebih dalam tentang tujuan kenapa harus mengetahui titik support dan resistance, bagaimana pengaruh pivot pada trend, apa itu morning star, hammer, engulfing, harami dan pola-pola lilin jepang lainnya serta emosi apa yang terbentuk darinya terhadap pergerakan harga di market.

X akan mulai bergabung dalam kelompok-kelompok trading, entah itu mulai dengan mengenal lebih dekat orang-orang yang telah terjun di dunia itu sebelumnya atau sekedar bergabung dalam komunitas milis trading yang ada dan menyanyakan hal-hal yang bersifat mendasar. Mencoba beberapa bahkan mungkin puluhan indikator dengan aneka sistem yang ada untuk mendapatkan “the holy grail system”, yang sayangnya, tidak dan tidak akan pernah ada.

Melakukan papertrading, atau trading secara simulasi, adalah titik akhir dari fase ini, semakin lama seorang trader berada pada fase ini, semakin matang dia berada pada fase-fase sebelumnya. Sayangnya sedikit sekali yang bisa berhasil lolos dari sini, sebagian akan lebih banyak berhenti atau malah akan kembali lagi ke fase 1

Tahap 3 – Englighment / Pencerahan

Ok, X sudah mempelajari ilmu yang dia dapat pada fase 2, ini dia waktunya beraksi di dunia nyata. Sebuah akun real pun disetup, dan trading real-pun dilakukan. Berbeda dengan fase 1, pada fase ini trading yang dilakukan oleh X lebih teratur, ada tujuan-tujuan yang akan dia capai. Kalah adalah hal yang biasa, dan itu bisa dipahami oleh X, selama itu masih dalam toleransi yang wajar.

Ini adalah titik, dimana terjadi pencerahan pada kemampuan trading X. titik dimana dia akan mendapat break even poin dari investasi pembelajaran yang dilakukan pada 2 tahap sebelumnya. X menyadari bagaimana dia hanya mampu meresikokan kurang dari 2% margin yang dimiliki untuk trading, dan bertambah seiring berjalannya waktu sampai pada suatu titik aman tertentu. X juga belajar untuk lebih tidak serakah dan ambisius dalam trading, mencoba untuk mengatur trading secara terarah.

Emosi trading dan psikologi market adalah buku-buku yang lebih banyak dipelajari oleh X saat ini. Berusaha untuk lebih menekan emosi, lebih mengontrol diri dan mendekatkan diri secara spiritual untuk mendapatkan kepasrahan yang dominan menjadi salah satu target yang harus bisa dicapai oleh X untuk bisa melangkah ke fase berikutnya

Tahap 4 – Conscious competence / Kesadaran akan kemampuan

Dalam tahap ini, semua ilmu telah dipelajari oleh X. Dia telah menjadi pusat perhatian dalam trading. Mulai menularkan ilmu yang dimilikinya kepada yang lain. X akan tersenyum menyadari bagaimana dia bisa mendapatkan profit hanya dengan 3 buah indikator moving average sederhana tanpa aneka garis-garis berwarna warni yang menghiasi chart emiten yang dianalisanya. X akan tersenyum, ketika dia mulai berkata bahwa hanya resikokan kurang dari 5% margin anda untuk trading kepada trader lain, dan melihat bagaimana trader tersebut tidak melakukannya dan mengingatkan pada apa yang dia lakukan dulu.

X akan menyadari bahwa keberhasilan trading tidak lebih hanya didominasi oleh konsistensi, kesabaran dan pengontrolan emosi. Riset menyatakan hanya 6% trader yang mampu menembus ke fase ini.

Tahap 5 – Inconscious incompetence / Ketidaksadaran akan kemampuan

Ini adalah fase yang diharapkan oleh semua trader, fase dimana dia bisa memposisikan dirinya bagaimanapun kondisi market berada. Profit akan didapatkan ketika trend naik, untung pun tak akan lari ketika tren turun. Disini trader akan menjadi champion dari semua champion, mampu untuk mendapatkan segala kemewahan yang diinginkan. Menjadi nara sumber dalam segala kegiatan trading, menulis buku-buku best-seller tentang sari-sari ilmu yang dia dapatkan yang sesungguhnya adalah hal-hal yang sangat sederhana.

Orang-orang akan berebut untuk dekat dan belajar dari trader di fase ini, bahkan tidak sedikit yang rela keuangannya dimanage oleh trader-trader tersebut.

Pada tahap ini, seorang trader bisa dengan lantang berkata “Saya berhasil di bisnis ini !”,  sayangnya riset berkata hanya 3% trader yang bisa melangkah ke fase ini.

Pertanyaannya sekarang, apabila anda bergelut di dunia trading atau akan memasuki dunia tersebut, sampai tahap mana anda sanggup bertahan ? dan di tahap mana posisi anda sekarang ?

Salam trading …