Hari pertama tahun ini nampaknya saya memang harus sedikit melek-an, mau tidur nggak bisa-bisa, pengen keluar bentar di teras sambil nungguin lha tukang jual angsle, juga ngga mungkin, orang lagi hujan terus-terusan, pak angsle paling juga mulai mikir-mikir untuk lewat jalur rumah saya yang terkenal sepi
, akhirnya tv-lah yang jadi pilihan, ngga ada acara yang cukup bagus, pilihan jatuh ke RCTI dengan Film “Bangku Kosong”-nya. Pada salah satu jeda iklan, ada sebuah iklan mega sinema RCTI yang terus-terus-an diulang, sepertinya bakal masuk primetime tuh sinetron, sinteron tersebut adalah “Mentari” yang dibintangi oleh Rachel Amanda, Bobby Joshep atau Joshua ya lupa deh, sama Stuart Collin.
Kalau dibanding dengan acara-acara jaman dahulu, waktu saya masih muda (hehehe kayak dah tuir aja), sinetron yang memang laris manis di pertelevision Indonesia ini, memang banyak berubah ya. Dulu jaman masih SMP, dimana Multivision lagi booming dengan seribu episode “Tersanjung”-nya, bintang-bintang yang terpilih sebagai bintang utama di prime-time adalah bintang-bintang yang memang sudah berpengalaman dan umumnya memerankan tokoh yang memang sesuai dengan karakter usia mereka. Pemutaran sinetron pun juga demikian, waktu primetime tiap hari dibuat berbeda sinetron-nya, misal hari senin sinetron “A”, hari selasa sinetron “B” dan seterusnya.
Kejadian itu betul-betul berubah 180 derajat, bintang-bintang utama yang muncul pada sinetron prime-time lebih banyak adalah pendatang baru, well nggak ada jeleknya sih, tapi trend umurnya betul-betul berbeda, makin lama makin muda, dulu waktu saya masih SMP, yang jadi bintang dikisaran 20 tahun keatas, sebutlah Anjasmara, Primus, Dian Nitami, Marini Zumarnis, dll, waktu saya usia kuliahan yang muncul adalah artis-artis umur 17-an, seperti Putri Patricia, Didi Riyadi, dkk, nah sekarang umur 13-an tahun yang mulai diexpose, dan lucunya kadang peran mereka adalah karakter yang usianya jauh diatas mereka, lihat saja Cinderella dengan Cinta Laura-nya yang jadi ibu rumah tangga, padahal dia sendiri baru 13 tahun, walah ….
Belum lagi, kesan cerita yang dipanjang-panjangin kalau misal ratingnya tinggi, dan berhubung ada di prime-time tentu saja ratingnya tinggi, orang ngga ada pilihan, kan ngga semua orang langganan kable atau satellite TV. Terus, jadwal acaranya, hampir tiap hari mulai senin sampe minggu, acaranya sama mulu dari jam 6 malam sampe 9/10 malam. Anak tertua saya saja, Arda, sampe hafal, “Yah, ini yang lagunya kayak gini Safira, nti setelah itu Mutiara, terus Cahaya, habis itu Kasih”, Arda hafal karena dia suka sama soundtracknya, tapi karena terus diulang-ulang jadinya Arda hafal deh ….
Hanya sekedar pengamatan, ini pendapat saya lho ya, jadi jangan disangkut pautkan sama opini dari luar, apalagi sama politik hehehehehe. Klan Pun jabi dan Soraya yang merajai dunia hiburan kita mungkin merasa menggunakan bintang-bintang muda selain akan memberi wajah dan kesan baru, juga lebih ngirit kali yeee … kan biasanya kalau bintang muda gitu bayarannya belum mahal-mahal amat per episodenya
By the way, ada juga lho TV series kita yang bisa dibanggakan, sebutlah Kiamat Sudah Dekat, Para Pencari Tuhan karya sang maestro perfilm-an Indonesia “Deddy Mizwar” yang memiliki ide orisinil Indonesia dan karakter-karakter yang sangat membumi. Juga untuk sitkom “OB” yang selalu ringan dan segar, ya meskipun sekarang lebih banyak diulang
, 4 thumbs deh pokoknya.
Jadi mikir, kapan ya kita bisa buat TV series yang sekelas Heroes, 24, Greys Anatomi dan Ugly Betty.










Komentar Terakhir