Sinetron oh sinetron …

1 01 2008

Hari pertama tahun ini nampaknya saya memang harus sedikit melek-an, mau tidur nggak bisa-bisa, pengen keluar bentar di teras sambil nungguin lha tukang jual angsle, juga ngga mungkin, orang lagi hujan terus-terusan, pak angsle paling juga mulai mikir-mikir untuk lewat jalur rumah saya yang terkenal sepi :) , akhirnya tv-lah yang jadi pilihan, ngga ada acara yang cukup bagus, pilihan jatuh ke RCTI dengan Film “Bangku Kosong”-nya. Pada salah satu jeda iklan, ada sebuah iklan mega sinema RCTI yang terus-terus-an diulang, sepertinya bakal masuk primetime tuh sinetron, sinteron tersebut adalah “Mentari” yang dibintangi oleh Rachel Amanda, Bobby Joshep atau Joshua ya lupa deh, sama Stuart Collin.

Kalau dibanding dengan acara-acara jaman dahulu, waktu saya masih muda (hehehe kayak dah tuir aja), sinetron yang memang laris manis di pertelevision Indonesia ini, memang banyak berubah ya. Dulu jaman masih SMP, dimana Multivision lagi booming dengan seribu episode “Tersanjung”-nya, bintang-bintang yang terpilih sebagai bintang utama di prime-time adalah bintang-bintang yang memang sudah berpengalaman dan umumnya memerankan tokoh yang memang sesuai dengan karakter usia mereka. Pemutaran sinetron pun juga demikian, waktu primetime tiap hari dibuat berbeda sinetron-nya, misal hari senin sinetron “A”, hari selasa sinetron “B” dan seterusnya.

Kejadian itu betul-betul berubah 180 derajat, bintang-bintang utama yang muncul pada sinetron prime-time lebih banyak adalah pendatang baru, well nggak ada jeleknya sih, tapi trend umurnya betul-betul berbeda, makin lama makin muda, dulu waktu saya masih SMP, yang jadi bintang dikisaran 20 tahun keatas, sebutlah Anjasmara, Primus, Dian Nitami, Marini Zumarnis, dll, waktu saya usia kuliahan yang muncul adalah artis-artis umur 17-an, seperti Putri Patricia, Didi Riyadi, dkk, nah sekarang umur 13-an tahun yang mulai diexpose, dan lucunya kadang peran mereka adalah karakter yang usianya jauh diatas mereka, lihat saja Cinderella dengan Cinta Laura-nya yang jadi ibu rumah tangga, padahal dia sendiri baru 13 tahun, walah ….

Belum lagi, kesan cerita yang dipanjang-panjangin kalau misal ratingnya tinggi, dan berhubung ada di prime-time tentu saja ratingnya tinggi, orang ngga ada pilihan, kan ngga semua orang langganan kable atau satellite TV.  Terus, jadwal acaranya, hampir tiap hari mulai senin sampe minggu, acaranya sama mulu dari jam 6 malam sampe 9/10 malam.  Anak tertua saya saja, Arda, sampe hafal, “Yah, ini yang lagunya kayak gini Safira, nti setelah itu Mutiara, terus Cahaya, habis itu Kasih”, Arda hafal karena dia suka sama soundtracknya, tapi karena terus diulang-ulang jadinya Arda hafal deh ….

Hanya sekedar pengamatan, ini pendapat saya lho ya, jadi jangan disangkut pautkan sama opini dari luar, apalagi sama politik hehehehehe. Klan Pun jabi dan Soraya yang merajai dunia hiburan kita mungkin merasa menggunakan bintang-bintang muda selain akan memberi wajah dan kesan baru, juga lebih ngirit kali yeee … kan biasanya kalau bintang muda gitu bayarannya belum mahal-mahal amat per episodenya :)

By the way, ada juga lho TV series kita yang bisa dibanggakan, sebutlah Kiamat Sudah Dekat, Para Pencari Tuhan karya sang maestro perfilm-an Indonesia “Deddy Mizwar” yang memiliki ide orisinil Indonesia dan karakter-karakter yang sangat membumi. Juga untuk sitkom “OB” yang selalu ringan dan segar, ya meskipun sekarang lebih banyak diulang :D , 4 thumbs deh pokoknya.

Jadi mikir, kapan ya kita bisa buat TV series yang sekelas Heroes, 24, Greys Anatomi dan Ugly Betty.





Kertas dan sumpit

1 01 2008

Sadar nggak sih, kalau dengan mengurangi penggunaan kertas dan makan dengan sumpit akan sangat membantu bumi kita dari efek pemanasan global. Kertas dan sumpit adalah salah satu hasil jadi dari kayu yang paling populer dan secara kontinyu diproduksi secara masal tiap waktu.

Untuk kertas, secara pribadi saya memang jarang memakainya, berhubung saya sangat elektronik minded, pertukaran dokumen via email, transaksi umumnya pake debit card/credit card/e-banking, ngeprint apalagi sangat jarang. Tapi kalau untuk sumpit, walah, ini yang sulit, sebagai penggemar mie ayam sebagai sarapan utama dan sate sebagai lauk favorit, sangat ribet untuk menghilangkan benda satu ini dalam keseharian, well mungkin nggak harian kali ya, paling ngga dalam satu minggu pasti ada lah saya pake produk berbahan kayu ini :D

Oke, balik lagi, so mungkin apa yang bisa kita lakukan untuk membantu bumi lebih baik bagi anak-anak kita:

  1. Tingkatkan penggunaan e-document untuk pertukaran dokumen
  2. Mulai gunakan e-money (debit/credit card dan e-banking)
  3. Beli sumpit sendiri, jadi nggak pake yang sekali pakai :D
  4. Instead of sate, mending ditongseng aja kali ya, atau kalau tetap mo bakar-bakaran mending dibuat model steak aja kali ya hehehehe, tapi mahal bo! jadinya :(

Selamat menuju bumi yang lebih hijau





Cita-cita di awal tahun 2008

1 01 2008

Dalam suatu diskusi dengan seseorang yang biasa saya panggil sebagai Pak-dhe, eventough, he really doesn-t have family relation with me, disebut kata-kata impian dan cita-cita, menurut Pak-Dhe, impian hanyalah sebuah hal yang sia-sia kecuali ketika kita merubahnya menjadi cita-cita, dalam konsep Pak-Dhe, merubah cita-cita adalah semudah dengan menambahkan sebuah aktivitas sederhana secara kontinyu untuk semakin dekat dengan cita-cita tersebut.

Bicara tentang cita-cita, awal tahun baru 2008, adalah sebuah saat yang baik untuk ngomongin cita-cita ini. Bagi saya, untuk 2008 ini masih tetap bagi saya untuk selalu berusaha mencapai cita-cita jangka panjang saya, sekaligus juga untuk menuntaskan cita-cita jangka pendek saya.

Cita-cita jangka panjang secara materi adalah bisa mendapatkan penghasilan yang mencukupi dengan pekerjaan yang bisa saya lakukan dari tempat dimana saya bisa selalu dekat dengan keluarga saya :D , secara spiritual tentunya saya ingin bisa menjadi manusia yang lebih baik, naik haji dalam 2 – 3 tahun kedepan dan mampu lebih aktif dalam kegiatan sosial kepada masyarakat.

Cita-cita jangka pendek, secara spiritual belum ada bentuk yang konkret (hehehe males ya kalau masalah ini), secara material saya ingin bisa membangun rumah yang sekarang ke bentuk yang lebih besar, secara lahan kosong yang kami beli masih cukup lebar, 200M2 ++ Bo !!, ngajarin nyai supaya bisa nyetir dan membantu niat nyai untuk berhenti kerja tahun ini :D

Kalau anda, apa ya cita-citanya ?





Selamat Tahun Baru 2008

1 01 2008

2007 sudah lewat, jadi dengan segenap hati saya ucapkan:

Selamat tahun baru 2008

Bagi yang mo ngerayain dengan pesta atau adat** semacamnya, yang hati-hati ya, jangan sampe pestanya kelewat batas.

Last but not the least, semoga di tahun baru bisa lebih baik bagi kita semua, juga bagi bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini selalu sepertinya nggak ada habis-habisnya dicoba (atau diadzab ya) dengan kesusahan.

Have a nice year,

Sikat 2008 cuyy …..